Banyak Studi Membuktikan Orang Kaya Memiliki Kualitas Tidur Lebih Baik

Selain harta yang berlimpah, orang kaya juga disebut memiliki kualitas tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas. Laporan terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang-orang kaya memiliki kualitas tidur lebih baik.

Penelitian didapat setelah CDC menganalisis hasil survei 140 ribu orang dewasa antara 2011-2014. Hasilnya, semakin banyak uang yang dihasilkan, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut beristirahat dengan baik di malam hari. Hal ini mungkin karena beban yang dipikul oleh otak berkurang serta kekawatiran yang sedikit.

Tapi penelitian ini tidak menganalisis alasan orang kaya tidur lebih banyak daripada orang miskin. Hanya saja, seorang pakar dari American Sleep Association yang tidak terlibat dalam penelitian, dokter Neil Kline, menjelaskan sejumlah sebab yang membuat orang kaya memiliki waktu tidur lebih berkecukupan.

“Orang-orang dengan sumber daya lebih banyak mampu membeli rumah yang berada di lokasi yang lebih tenang, lebih banyak ruang, lebih sedikit kepadatan orang, dan lebih tenang,” ungkap Kline seperti dikutip oleh CNN. Selain itu, Kline menyebut orang kaya memiliki akses kesehatan yang lebih baik dibandingkan orang miskin sehingga bisa tidur lebih baik.

Menurut dia juga, kurang tidur dapat mengakibatkan kesehatan memburuk. Tidur atau istirahat merupakan salah satu kunci kesehatan yang prima, selain mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga tentunya.

Kurang tidur juga dikaitkan dengan kesejahteraan dan kualitas hidup yang buruk untuk segala usia. Kualitas tidur yang buruk lantas dihubungkan pula dengan peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, masalah kesehatan mental, dan kecelakaan.

Agar dapat tidur cukup dan berkualitas, American Sleep Society merekomendasikan untuk membuat jadwal tidur, berolahraga, dan menghindari tidur siang.

Sementara dalam penelitian CDC itu, sebanyak 55 persen orang dengan kategori di bawah garis kemiskinan punya tidur cukup sekitar tujuh hingga delapan jam tidur per malam. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan 66,6 persen orang dewasa yang berpenghasilan 400 persen di atas ambang kemiskinan, dengan tidur cukup.

Author: admin21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *