Tanda-tanda Seseorang Kecanduan Media Sosial

Beragam fasilitas canggih di social media memang memudahkan kita dalam berkomunikasi maupun beraktivitas. Saat ini sosial media tak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia modern. Hampir setiap saat, orang akan menggunakan social media untuk berbagai kebutuhan. Apalagi, saat banyak sekali jenis-jenis media sosial yang mempunyai banyak fungsi mulai dari chatting, melihat status serta gambar hingga menonton video.

Namun demikian, media sosial ternyata juga memiliki dampak negatif yang sering luput dari perhatian. Keasyikan orang dalam menggunakan social media membuat mereka lupa waktu dan mengabaikan hal-hal lain yang lebih penting. Lebih parah lagi, social media ternyata juga dapat menyebabkan gangguan mental pada seseorang

Berikut kami lampirkan ciri-ciri orang yang ketagihan social media.

1. Sering merasa gelisah

Seseorang yang kecanduan social media akan selalu memantau jumlah followers atau subsciber-nya. Mereka akan merasa gelisah apabila jumlahnya berkurang. Kondisi akan semakin buruk apabila ada orang yang benci dengan pribadi maupun konten-kontennya. Tak jarang, para haters meneror dengan cara mem-bully mereka di media sosial.

Akibatnya, kamu akan merasakan gelisah setiap kali mengunggah konten karena khawatir ada haters yang muncul. Kegelisahan yang bisa disebut pula dengan social media anxiety disorder ini dapat terjadi karena kamu menganggap bahwa social media menjadi bukti eksistensi kamu selama menjalani hidup ini.

2. Rajin membuat konten

Membuat konten itu memang bagus karena dapat melatih dan mengembangkan kreativitas kamu. Namun ada dampak yang tak disadari oleh kebanyakan orang, mereka yang rajin memproduksi konten secara otomatis akan lebih sering membuka media sosial. Karena biar bagaimanapun juga, setiap konten yang telah diproduksi baik berupa foto atau video pada akhirnya akan diunggah ke media sosial.

Belum lagi, ketika mereka harus merespon setiap komentar atau pesan yang masuk. Hal itu tentu akan membuat kamu akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan media sosial.

3. Selalu update posting-an

Berbeda dengan sebelumnya, orang yang selalu update di social media tidak mempertimbangkan apakah posting-an mereka baik atau tidak. Bagi mereka yang penting adalah update status setiap hari. Bahkan lebih ekstrim lagi, dalam dalam sehari, mereka bisa update berkali-kali. Tanpa sadar, orang yang suka update itu malah justru membuat risih orang lain.

4. Merasa takut kurang update

Media sosial memberikan informasi dengan jumlah yang berlimpah. Bahkan, kamu akan kesulitan untuk selalu mengikuti perkembangan yang ada karena informasi di social media disebarluaskan dengan cepat. Akibatnya, kamu ketakutan akan ketinggalan informasi jika tidak sering-sering mengecek informasi di social media.

Rasa ketakutan ketinggalan informasi ini sering disebut pula dengan fear of missing out (FOMO). Gejalanya, kamu ingin selalu terhubung di social media dengan cara mengaktifkan seluruh notifikasi untuk setiap pesan yang masuk atau aktivitas lainnya.

5. Kurang peduli terhadap lingkungan

Kamu tentu pernah mendengar istilah “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Istilah tersebut sangat lah tepat untuk menggambarkan kehidupan di era media sosial seperti sekarang. Dengan adanya social media, kita dapat terhubung dengan orang-orang yang jaraknya sangat berjauhan. Namun di sisi lain, kita malah justru seringkali mengabaikan lingkungan maupun orang-orang sekitar.

Kamu lebih peduli dengan kehidupan orang lain yang belum pernah ditemui secara langsung. Bahkan, kamu sebenarnya juga tidak mengenal orang yang selalu di-kepo-in setiap hari. Sementara, orang yang berada di sekitarmu malah justru kamu abaikan.

6. Terlalu Narsis

Suka selfie maupun wefie lalu buru-buru mengunggah foto-foto tersebut? Bisa jadi itu merupakan tanda-tanda bahwa kamu sudah kecanduan social media tingkat akut. Tanda-tanda itu bakal semakin jelas ketika setiap saat di manapun kamu berada memiliki keinginan untuk memfoto diri kamu sendiri.

Dalam foto tersebut, kamu menampilkan postur tubuh, ekspresi serta pakaian maupun properti yang seolah-olah lebih hebat dan sempurna dari orang lain. Kamu nggak akan berpikiran bahwa di luar sana masih banyak orang yang mungkin sedang kesusahan. Dalam dunia Psikologi, kebiasaan yang cenderung mengagumi diri sendiri disebut dengan narcissistic personality disorder.

7. Suka kepoin orang lain

Tanpa disadari, banyak di antara kita yang gemar mengintip aktivitas orang lain lewat akun media sosial. Kebiasaan ‘ngepoin’ orang ini sepertinya sudah menjangkiti hamper semua pengguna social media. Lebih parahnya lagi, banyak pengguna social media yang membuat akun-akun palsu agar aktivitas kepo ini tidak ketahuan orang lain.

Kegiatan ini biasanya dilandasi oleh rasa penasaran tentang kegiatan orang lain. Istilah ilmiah yang dapat kita pakai untuk menggambarkan kebiasaan ini yakni voyeurism. Dalam tingkatan yang lebih parah, penderita gangguan mental ini akan merasa terobsesi dengan orang yang di-kepoin.

Author: admin21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *